Ia juga sudah membuat laporan secara lisan ke Dinas Pendidikan DKI dan juga Walikota Jaktim. "Memang MOS yang dilakukan dengan kekerasan fisik dilarang, ada kemungkinan kondisi si anak kurang baik sehingga menambah kelelahan saat menjalani MOS," katanya.
M. Rajib, siswa SMK Pelayaran di kawasan Kampung Rambutan, Jakarta Timur, menghembuskan nafas terakhir usai mengikuti MOS yang diselenggarakan sekolahnya.
Jenazah Kamis disemanyamkan di rumah duka, Jalan H.Jum RT 10 RW 01 Kramatjati sebelum dikuburkan petang ini. Keluarga korban shock setelah menerima kabar dan menyaksikan jenazah korban di bawa ke rumah duka. Yumari, tante korban, mengemukakan putra bungsu Nurdin dan Sariti itu sudah tiga hari tidak pulang, karena menginap di sekolahnya untuk mengikuti MOS. Sekitar Kamis sore, keluarga menerima kabar bahwa M.Rajib dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo.
Orangtua korban disuruh datang ke rumah sakit oleh pihak sekolah. Begitu tiba di rumah sakit, korban didapati kejang-kejang dan mengeluarkan busa dan darah.
Yumari menambahkan, keponakannya itu saat mengikti MOS disuru jalan kaki berkilo-kilo meter di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, dengan membawa tas berisi batu dan perlengkapan salat. Ia menduga keponakannya tewas akibat kelelahan.
Belum diketahui pasti penyebab tewasnya siswa baru tersebut. Kasus ditangani Polsek Ciracas. (dieni/B) Poskota
Tidak ada komentar:
Posting Komentar