Selasa, 24 Juli 2012

Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia

Pendidikan anak usia dini di indonesia Ditinjau dari sejarahnya, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia mulai diperhatikan oleh pemerintah secara sungguh-sungguh dan mencakup rentang usia 0-6 tahun sejak tahun 2002. Dengan demikian pengembangan PAUD yang mencakup rentang usia 0-6 tahun secara nasional baru berjalan selama 7 tahun. Namun karena pemahaman dan kemauan masyarakat selama ini sudah sangat bagus, sehingga hanya dalam kurun waktu 7 tahun Angka Partisipasi Kasar APK-PAUD sudah mencapai 15,3 juta (53,6%). Saat ini PAUD sudah menjadi "Gerakan Masyarakat Secara Nasional (National Public Movement) masyarakat sehari-hari sudah terbiasa membicarakan pentingnya PAUD bagi masa depan putra-putrinya.



Tantangan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia
Sampai saat ini masi ada beberapa masalah yang dapat menghambat perluasan kesempatan dan pemerataan akses mengikuti PAUD serta peningkatan mutu PAUD di Indonesia, namun semua itu kita anggap sebagai tantangan yang menarik sehingga untuk mengatasinya diperlukan kreatifivitas dan inovasi yang berkelanjutan.
Tantangan yang prioritas untuk diatasi antara lain :

    Jumlah anak yang belum mengikuti PAUD masih cukup besar.
    Sarana dan prasarana belajar secara kuantitatif maupun kualitatif masih terbatas, hal ini disebabkan oleh terbatasnya kreativitas guru PAUD untuk menciptakan dan mengembangkan metode pembelajaran dan sumber belajar dengan memanfaatkan potensi budaya dan alam sekitar.
    Kompetensi sebagian besar guru PAUD masih belum memadai karena sebagian besar dari mereka tidak berasal dari latar belakang pendidikan PAUD dan mereka belum memperoleh pelatihan yang berkaitan dengan komsep dan ilmu praktis tentang PAUD.
    Perbedaan Angka Partisipasi Kasar (APK) peserta PAUD di daerah perkotaan dan perdesaan masih sangat besar.

Capaian 2009 dan Target APK-PAUD Tahun 2014
Pada tahun 2004 tercatat bahwa jumlah APK-PAUD baru mencapai 12,7 juta (27%) dan tahun 2008 APK-PAUD telah mencapai 15,1 juta (50,6%) serta diharapkan pada tahun 2009 akan mencapai 15,3 juta (53,6%). Berdasarkan kondisi tersebut pemerintah telah menetapkan rencana 5 tahun ke depan APK-PAUD diharapkan mencapai 21,3 juta (72,6%). Secara bertahap harapan untuk mencapai jumlah APK-PAUD tersebut terlihat pada Tabel 1.
Tabel 1
Target Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia Tahun 2010 - 2014
Target / Sasaran
   
Tahun Pencapaian Target
2010
   
2011
   
2012
   
2013
   
2014
Estimasi Jumlah Anak Usia 0-6 th
   
30,18 Juta
   
30,2 Juta
   
30,3 Juta
   
30,35 Juta
   
30,4 Juta
Target Sasaran PAUD (Formal & Nonformal)
   
17,4 Juta (57,8%)
   
18,7 Juta (61,8%)
   
19,9 Juta (65,7%)
   
21 Juta (69,3%)
   
22,1 Juta (72,6%)
Target PAUD Formal
   
5,8 Juta (19,3%)
   
5,85 Juta (19,37%)
   
5,9 Juta (19,5%)
   
5,95 Juta (19,6%)
   
6 Juta (19,7%)
Target PAUD Nonformal
   
11,6 Juta (38,5%)
   
12,85 Juta (42,43%)
   
14 Juta (46,2%)
   
15,05 Juta (49,7%)
   
16,1 Juta (52,9%)
Penyebaran Anak Didik PAUD
Dilihat dari penyebaran jumlah peserta PAUD di Indonesia secara kuantitatif nominal memang dipengaruhi oleh jumlah penduduk di setiap provinsi, artinya makin besar jumlah penduduk suatu provinsi semakin besar jumlah anak yang mengikuti PAUD. Namun apabila dilihat dari persentasenya, ternyata tidak demikian karena besarnya persentase peserta PAUD di suatu provinsi dipengaruhi oleh tingkat kesadaran tentang pentingnya PAUD masyarakat di provinsi tersebut. Penyebaran peserta PAUD secara nominal dan persentasenya dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2
APK PAUD Per Provinsi Tahun 2008
No
   
Provinsi
   
Usia 0-6 Tahun
   
Siswa PAUD
   
APK PAUD
1
   
DKI Jakarta
   
1.164.583
   
496.470
   
42,63
2
   
Jawa Barat
   
5.187.613
   
2.023.072
   
39,00
3
   
Banten
   
1.369.724
   
431.118
   
31,47
4
   
Jawa tengah
   
3.417.369
   
2.120.069
   
62,04
5
   
DI Yogyakarta
   
356.917
   
321.357
   
90,04
6
   
Jawa timur
   
4.708.453
   
3.596.988
   
76,39
7
   
Nanggroe Aceh Darussalam
   
580.676
   
474.868
   
81,78
8
   
Sumatra Utara
   
1.724.233
   
474.247
   
27,50
9
   
Sumatra Barat
   
563.646
   
348.949
   
61,91
10
   
Riau
   
746.721
   
330.261
   
44,23
11
   
Kepulauan Riau
   
117.351
   
91.054
   
77,59
12
   
Jambi
   
619.101
   
317.792
   
51,33
13
   
Sumatra Selatan
   
751.389
   
356.892
   
47,50
14
   
Bangka Belitung
   
131.186
   
112.002
   
85,38
15
   
Bengkulu
   
217.499
   
115.550
   
53,13
16
   
Lampung
   
954.847
   
439.869
   
46,07
17
   
Kalimantan Barat
   
660.849
   
219.494
   
33,21
18
   
Kalimantan Tengah
   
243.691
   
143.190
   
58,76
19
   
Kalimantan Selatan
   
605.993
   
233.657
   
38,56
20
   
Kalimantan Timur
   
600.879
   
200.868
   
33,43
21
   
Sulawesi Utara
   
275.054
   
128.170
   
46,60
22
   
Gorontalo
   
174.836
   
103.841
   
59,39
23
   
Sulawesi Tengah
   
371.266
   
144.346
   
38,88
24
   
Sulawesi Selatan
   
1.095.025
   
494.996
   
45,20
25
   
Sulawesi Barat
   
233.583
   
102.770
   
44,00
26
   
Sulawesi Tenggara
   
333.223
   
214.802
   
64,46
27
   
Maluku
   
279.506
   
89.928
   
32,17
28
   
Maluku Utara
   
157.445
   
90.902
   
57,74
29
   
Bali
   
429.384
   
193.878
   
45,15
30
   
Nusa Tenggara Barat
   
564.741
   
321.079
   
56,85
31
   
Nusa Tenggara Timur
   
715.464
   
208.537
   
29,15
32
   
Papua
   
317.530
   
99.863
   
31,45
33
   
Papua Barat
   
178.053
   
68.803
   
38,64
Total
   
29.847.830
   
15.109.682
   
50,62
Dari Tabel tersebut Nampak bahwa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam yang masing-masing jumlah penduduknya hanya 356.917 dan 580.676 (relative kecil) dibanding penduduk di provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, ternyata persentase (%) anak usia dini yang mengikuti PAUD lebih besar yaitu 81,78% dan 90,04%.
Jenis PAUD di Indonesia
Dibanding dengang perkembangan model dan jenis PAUD di berbagai negara maju dan berkembang lainnya, PAUD di Indonesia memiliki keunikan khusus yang agak berbeda dengan di luar negeri. Karena di luar neger PAUD pada umumnya hanya dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu Kindergarden atau Play Group dan Day Care, sedang di Indonesia menjadi 4 (empat) macam yaitu :

    Taman Kanak-Kanak (Kindergarten)
    Kelompok Bermain (Play Group)
    Taman Penitipan Anak (Day Care)
    PAUD sejenis (Similar with Play Group)

Sistem Penyelenggaraan PAUD
Penyelenggaraan PAUD di negara lain semata-mata hanya menstimulasi kecerdasan anak secara komprehensif dan pengasuhan terhadap anak, karena aspek kecerdasan yang dikembangkan hanya meliputi kecerdasan intelektual, emosional, estetika, dan social serta pengasuhan. Sedang di Indonesia potensi kecerdasan tersebut diberikan juga pendidikan untuk mengembangkan potensi kecerdasan spiritual yang dilaksanakan melalui pendekatan olah pikir, olah rasa, dan olah raga. Di samping itu, juga diberikan pengetahuan dan pembinaan terhadap kondisi kesehatan dan gizi peserta didik. Oleh karena itu, penyelenggaraan PAUD di Indonesia disebut penyelenggaran PAUD secara "Holistik dan Integratif"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 cinta abadi. All Rights Reserved. mmmusics.com - Lirik Lagu - Terjemahan Lagu - mmmusics.com - Terjemahan Lirik Lagu