Sesuai dengan tema yang diangkat, diskusi publik tersebut membicarakan Save Jakarta sebagai sebuah gerakan sosial baru untuk memberi respon terhadap berbagai permasalahan kota Jakarta dan apa yang dapat dilakukan oleh warga Jakarta untuk menyelamatkan Jakarta. Gerakan sosial Save Jakarta ini bermula dari situs microblogging Twitter yang secara sadar, intens dan peduli terhadap keadaan Kota Jakarta yang semakin hari semakin tidak tertata.
Pembicara pertama adalah Roby Muhamad, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, memaparkan bahwa gerakan sosial adalah alat/media/kendaraan untuk mencapai adanya perubahan. Dalam sejarah, gerakan sosial yang pertama kali terjadi pada kisah Bangsa Israel yang dipimpin oleh Nabi Musa. Belajar dari kisah tersebut, gerakan sosial selalu menciptakan sebuah metafora bahwa selalu ada masalah tekanan yang terus menghimpit (Firaun, ibarat sebuah mimpi buruk yang terus menghantui) hingga menciptakan sebuah seruan untuk mengajak dan memobilisasi agar bisa keluar dari tekanan tersebut.
Gerakan sosial adalah sebuah proses narasi publik. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah alternatif dan transformasi dari keadaan yang tidak enak seolah mimpi buruk ke keadaan alternatif yang membawa perubahan. Untuk mencapai perubahan tersebut, harus adalah sesuatu hal yang menginspirasi dan mengajak masyarakat untuk berbuat sesuatu agar terlepas dari mimpi buruk yang selama ini terus mengejar serta melawan status quo.
Dengan adanya teknologi internet, terutama Twitter, gerakan sosial Save Jakarta dapat disuarakan lebih luas sebab relasi antar manusia yang pendek dan antar manusia saling terkoneksi. Inspirasi dari gerakan ini dapat ditularkan kepada orang lain melalui model jejaring, saling keterhubungan dan saling memberi pengaruh. Hal tersebut juga didukung oleh pembicara kedua, Didik J. Rachbini, bahwa untuk mencapai social movement, diperlukan collective action yang secara bersama-sama bekerja untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi untuk mencapai sebuah perubahan.
Untuk itu, gerakan sosial dapat terjadi apabila ada satu perasaan, satu ikatan dan satu kesadaran untuk mau bergerak dan menciptakan perubahan. Ikatan dan identitas sosial itu penting karena sebagai sebuah modal dalam memobilisasi dan menyebarkan suara perubahan ke masyarakat.
Gerakan sosial bisa berhasil apabila didukung oleh resources of mobilitation.Sumber mobilisasi tersebut bisa berupa jaringan, media atau basis massa. Melalui Twitter, ajakan perubahan untuk menyelamatkan Jakarta bisa disebarluaskan kepada follower-follower-nya. Hal ini penting sebab dibutuhkan partisipasi dan suara publik, yang secara bersama-sama melakukan sosial movement dan collective action untuk mengadakan perubahan. Hal tersebut juga diamini oleh Zulfikar Amir, dosen Division of Sociology, School of Humanities and Social Sciences, Nanyang Technological University, Singapore.
Zulfikar Amir menyatakan bahwa selama ini partisipasi publik tertutup oleh adanya tirani teknokrasi. Hal ini terjadi karena semua sudah ditangan "ahlinya" sehingga partisipasi dan suara publik tidak didengar. Selain itu, sistem ekonomi politik predatori juga turut menyumbang permasalahan sebab berorientasi pada profit yang mengorbankan kepentingan dan kebutuhan publik. Tentu saja, hal tersebut menciptakan sebuah risiko yang berdampak pada tata kelola dan tata kota sebuah pemerintahan.
Lantas, apa yang harus diselesaikan dana bagaimana menyelesaikannya? Dalam gerakan Save Jakarta, setidaknya ada 5 aspek penting yang perlu mendapat perhatian, yaitu aspek tata ruang, transportasi, air, sampah dan birokrasi. Untuk sampai pada perubahan di kelima aspek tersebut, perlu kecerdasan publik dalam "menyerang" kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada publik. Seperti halnya gerakan sosial Save Jakarta yang bermula dari Twitter, kecerdasan publik sudah tampak dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Satu hal penting yang juga harus diperhatikan adalah bagaimana menjangkau dan menciptakan kesadaran publik yang tidak bergabung di dunia online seperti Twitter atau Facebook untuk mau turut serta dalam gerakan sosial Save Jakarta. Jadi, gerakan ini akan bisa berlangsung secara komprehensif karena dilakukan secara offline dan online. Itu tugas kita bersama untuk #savejkt. Lebih lengkap buka website Save Jakarta atau follow di Twitter @savejkt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar